Kuliah Umum PembaTIK 2020
Assalamu'alaikum warahmatullahhiwabarkatuh . . .
Setelah beberapa hari mengikuti kuliah umum PembaTIK level 4 tahun 2020 (melalui zoom meeting pastinya) sangat banyak manfaat yang saya dapatkan. Dimana pada hari pertama kuliah umum di buka langsung oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Menurut beliau di masa pendemi ini memaksa kita semua untuk memberikan usaha yang ekstra keras dan ekstra cerdas sehingga pembelajaran dapat terus berlangsung. Kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial. Beliau juga mengapresiasi bapak/ibu guru duta rumah belajar yang tanpa pamrih telah menjadi contoh di daerah masing-masing untuk melakukan inovasi pembelajaran.
Narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Diantaranya Charles Bonar Sirait yang membahas "Kiat sukses bagi para pendidik untuk berkomunikasi dengan publik" beliau merupakan pendiri CBS School of Communication yang memberikan bermacam pelatihan untuk berbagai instansi dan lembaga di tanah air. Dengan motto perusahaannya " Success Starts From Communication."
Ada beberapa hal yang harus dipelajari ketika hendak berkomunikasi dengan publik yaitu :
1. Memahami pola komunikasi sederhana
2. Impactful Communication
3. Persuasive Communication
4. Personal Branding
Kemudian ada Asma Nadia dan Butet manurung yang menyampaikan tema "Motivasi guru dalam mendidik : Belajar dalam mengajar ". Asma nadia seperti yang kita ketahui merupakan salah satu penulis yang terkenal dengan buku-bukunya antara lain "surga yang tak dirindukan, bidadari berbisik, istri kedua". itu merupakan sebagian kecil novelnya yang best seller. beliau juga sudah menjelajahi 72 negara, 535 kota. karyanyapun sudah banyak yang di film kan antara lain: Emak naik haji, Rumah tanpa jendela, Assalamu'alaikum Beijing, dan masih banyak lagi yang lainnya. anak-anaknya pun mengikuti jejaknya menjadi penulis dan sudah menerbitkan bukunya masing-masing. Apa rahasia sehingga beliau menjadi seorang penulis yang terkenal ? Apakah perlu bakat dalam menulis ? ternyata bakat untuk menulis hanya 5 %, keberuntungan 5 % dan 90 % kerja keras !.Selama ini saya berfikir bahwa bakatlah yang menjadi faktor utama dalam menghasilkan karya tulis, ternyata persepsi tersebut Salah. Menulis itu merupakan keterampilan, yang namanya keterampilan bisa dipelajari. Maka siapapun bisa menjadi penulis.Untuk menghasilkan tulisan yang menarik di perlukan Ide ( ide tersebut harus yang baru dan dekat dengan pembaca) dan teknik penyajian (judul, konflik yang kuat, setting, penokohan menarik, bentuk cerita dan ending yang berkesan). Menulis Bisa menjadi Tiketmu mendunia. ayo belajar menulis ☺
Butet manurung memberikan materi " Belajar dalam mengajar". dengan pengalamannya mengajarkan anak-anak di pedalaman Rimba Bukit Duabelas Jambi. Beliau mengajarkan anak-anak rimba tersebut membaca dan menulis. dimana anak-anak di sana menjadikan alam tempat untuk belajar. Kondisi suatu daerah bisa dijadikan bahan belajar dan tempat belajar. Sistem pendidikan di sana sudah konstektual. mereka hafal ratusan mamalia, bertahan hidup di rimba, membaca tanda alam atau bencana dan sebagainya. Literasi menurut masyarakat rimba tidak hanya melek huruf tapi juga melek masalah. Kebanyakan masyarakat adat dan pedalaman melihat pendidikan sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka dengan tetap menjunjung adat istiadat, cinta kampung halaman, bukan meraih gelar tinggi dan mendapatkan gaji yang besar. Metode HADAP MASALAH Dimulai dari memperkenalkan persoalan. Bahkan bisa diterapkan sejak belajar baca=tulis-hitung. Misalnya melalui kosakata saat belajar membaca, atau dikte saat belajar menulis. Prinsip GURU HUMILITY (human, humus, humble) EDUCATION (e dan ducares=membebaskan) Belajar dulu sebelum Mengajar Guru punya tanggung jawab sosial selain mengajar. Mengajar itu sarana pendidikan, bukan tujuan!
Selanjutnya ada Bapak Iwan Syahril (Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) yang memberikan materi "Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar: Belajar dari KHD (Ki Hajar Dewantara). Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar yaitu :
1. Memandang anak dengan rasa hormat.
2. Mendidik secara holistik
3. Mendidik secara relevan/kontekstual.
" Saat ini kita hidup dalam masa transisi; segala sesuatu di sekitar kita mengalami perubahan. Hilangnya kebiasaan lama membuat kita sedih, namun disaat yang bersamaan hal-hal baru membawa kegembiraan. Terkadang kita tidak ingin mengubah adat, namun disaat lain kitalah yang ingin meninggalkan kebiasaan yang sudah tidak relevan lagi. Lambat laun kita akan menyadari bahwa percuma saja melawan hal yang tidak dapat dihindarkan dan segala sesuatu datang pada masanya. Akhirnya, kita akan berekonsiliasi dengan hal yang tak dapat dihindarkan tersebut, karena kita tahu bahwa yang datang bukanlah pilihan kita, namun merupakan kebutuhan kita.”( Ki Hajar Dewantara, 1935)
Pemateri berikutnya ada NDOROKAKUNG (WICAKSONO) yang menyampaikan materi sangat menarik yaitu " Kiat Membangun Media Sosial Pribadi Yang Sukses" Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan sehari-hari mayarakat tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Semua aktivitas yang kita lakukan dapat diketahui orang lain hanya melalui genggaman tangan (Handphone). Karena hampir semua orang memiliki gawai tersebut. Namun tidka semua hal harus kita bagikan di Media sosial, apalagi yang sifatnya pribadi. Terkadang tanpa disadari hal tersebutlah yang membuat media sosial kita menjadi dikenal orang banyak. Nah, bagaimana sih agar kita dapat memanfaatkan media sosial yang baik dan benar ? menurut beliau harus ada strategi konten yang akan dibuat, yaitu :
1. Memilih platform.
2. Optimasi bio.
3. Produksi: menulis, foto, video, dan infografik.
4. Penjadwalan posting.
5. Penyesuaian dengan algoritma.
6. Pemanfaatan tanda pagar.
Selain Strategi konten, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah Pemasaran:
1. Membangun personal branding.
2. Optimasi akun media sosial.
3. Optimasi website/blog (SEO).
4. Iklan.
5. Email.
6. Kolaborasi (affiliate)
Selain dua hal diatas (strategi konten dan pemasaran) ada Kiat-kiat yang harus di perhatikan yaitu :
1. Tetapkan tujuan yang masuk akal
2. tentukan khalayak sasaran
3. jadilah diri sendiri
4. cari jejaring, bukan pengikut
5. membuat jadwal editorial
6. fokus membantu orang lain
7. berinteraksi dengan khalayak
8. berkreasi dengan konten visual
9. Buatlah kehadiran anda diketahui umum
10. selalu aktif
Materi yang diberikan sangat bermanfaat. Terimakasih kepada Pusdatin Kemendikbud yang sudah membuat kegiatan ini. saya merasa sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. terlebih pada saat ini saya dan teman-teman PembaTIK level 4 mendapat tugas untuk mensosialisasikan Rumah Belajar. Sehingga ilmu yang diberikan selama kuliah umum ini dapat kami manfaatkan dalam melaksanakan tugas tersebut. Sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dengan baik.
Sekian dulu. Semoga bermanfaat !!!
#MerdekaBelajarnya
#RumahBelajarPortalnya
#PembaTIK2020

Mantap, terus berkarya πππ
BalasHapusMantap ππ
BalasHapus