Selasa, 22 September 2020

 Kuliah Umum PembaTIK 2020

Assalamu'alaikum warahmatullahhiwabarkatuh . . .

Setelah beberapa hari mengikuti kuliah umum PembaTIK level 4 tahun 2020 (melalui zoom meeting pastinya) sangat banyak manfaat yang saya dapatkan. Dimana pada hari pertama kuliah umum di buka langsung oleh Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Menurut beliau di masa pendemi ini memaksa kita semua untuk memberikan usaha yang ekstra keras dan ekstra cerdas sehingga pembelajaran dapat terus berlangsung. Kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial. Beliau juga mengapresiasi bapak/ibu guru duta rumah belajar yang tanpa pamrih telah menjadi contoh di daerah masing-masing untuk melakukan inovasi pembelajaran. 


Narasumber yang dihadirkan adalah orang-orang yang berkompeten di bidangnya masing-masing. Diantaranya  Charles Bonar Sirait yang membahas "Kiat sukses bagi para pendidik untuk berkomunikasi dengan publik" beliau merupakan pendiri CBS School of Communication yang memberikan bermacam pelatihan untuk berbagai instansi dan lembaga di tanah air. Dengan motto perusahaannya " Success Starts From Communication."

Ada beberapa hal yang harus dipelajari ketika hendak berkomunikasi dengan publik yaitu :

1. Memahami pola komunikasi sederhana

2. Impactful Communication

3. Persuasive Communication

4. Personal Branding

Kemudian ada Asma Nadia dan Butet manurung yang menyampaikan tema "Motivasi guru dalam mendidik : Belajar dalam mengajar ". Asma nadia seperti yang kita ketahui merupakan salah satu penulis yang terkenal dengan buku-bukunya antara lain "surga yang tak dirindukan, bidadari berbisik, istri kedua". itu merupakan sebagian kecil novelnya yang best seller. beliau juga sudah menjelajahi 72 negara, 535 kota. karyanyapun sudah banyak yang di film kan antara lain: Emak naik haji, Rumah tanpa jendela, Assalamu'alaikum Beijing, dan masih banyak lagi yang lainnya. anak-anaknya pun mengikuti jejaknya menjadi penulis dan sudah menerbitkan bukunya masing-masing. Apa rahasia sehingga beliau menjadi seorang penulis yang terkenal ? Apakah perlu bakat dalam menulis ? ternyata bakat untuk menulis hanya 5 %, keberuntungan 5 % dan 90 % kerja keras !.Selama ini saya berfikir bahwa bakatlah yang menjadi faktor utama dalam menghasilkan karya tulis, ternyata persepsi tersebut Salah. Menulis  itu merupakan keterampilan, yang namanya keterampilan bisa dipelajari. Maka siapapun bisa menjadi penulis.Untuk menghasilkan tulisan yang menarik di perlukan Ide ( ide tersebut harus yang baru dan dekat dengan pembaca) dan teknik penyajian (judul, konflik yang kuat, setting, penokohan menarik, bentuk cerita dan ending yang berkesan). Menulis Bisa menjadi Tiketmu mendunia. ayo belajar menulis ☺


Butet manurung memberikan materi " Belajar dalam mengajar". dengan pengalamannya mengajarkan anak-anak di pedalaman Rimba Bukit Duabelas Jambi. Beliau mengajarkan anak-anak rimba tersebut membaca dan menulis. dimana anak-anak di sana menjadikan alam tempat untuk belajar. Kondisi suatu daerah bisa dijadikan bahan belajar dan tempat belajar. Sistem pendidikan di sana sudah konstektual. mereka hafal ratusan mamalia, bertahan hidup di rimba, membaca tanda alam atau bencana dan sebagainya. Literasi menurut masyarakat rimba tidak hanya melek huruf tapi juga melek masalah. Kebanyakan masyarakat adat dan pedalaman melihat pendidikan sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka dengan tetap menjunjung adat istiadat, cinta kampung halaman, bukan meraih gelar tinggi dan mendapatkan gaji yang besar. Metode HADAP MASALAH Dimulai dari memperkenalkan persoalan. Bahkan bisa diterapkan sejak belajar baca=tulis-hitung. Misalnya melalui kosakata saat belajar membaca, atau dikte saat belajar menulis. Prinsip GURU HUMILITY (human, humus, humble) EDUCATION (e dan ducares=membebaskan) Belajar dulu sebelum Mengajar Guru punya tanggung jawab sosial selain mengajar. Mengajar itu sarana pendidikan, bukan tujuan!

Selanjutnya ada Bapak Iwan Syahril (Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) yang memberikan materi "Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar: Belajar dari KHD (Ki Hajar Dewantara). Guru dalam Perspektif Merdeka Belajar yaitu :

1. Memandang anak dengan rasa hormat.

2. Mendidik secara holistik 

3. Mendidik secara relevan/kontekstual.

" Saat ini kita hidup dalam masa transisi; segala sesuatu di sekitar kita mengalami perubahan. Hilangnya kebiasaan lama membuat kita sedih, namun disaat yang bersamaan hal-hal baru membawa kegembiraan. Terkadang kita tidak ingin mengubah adat, namun disaat lain kitalah yang ingin meninggalkan kebiasaan yang sudah tidak relevan lagi. Lambat laun kita akan menyadari bahwa percuma saja melawan hal yang tidak dapat dihindarkan dan segala sesuatu datang pada masanya. Akhirnya, kita akan berekonsiliasi dengan hal yang tak dapat dihindarkan tersebut, karena kita tahu bahwa yang datang bukanlah pilihan kita, namun merupakan kebutuhan kita.”( Ki Hajar Dewantara, 1935)

Pemateri berikutnya ada NDOROKAKUNG (WICAKSONO) yang menyampaikan materi sangat menarik yaitu " Kiat Membangun Media Sosial Pribadi Yang Sukses" Seperti yang kita ketahui bahwa kehidupan sehari-hari mayarakat tidak terlepas dari yang namanya teknologi. Semua aktivitas yang kita lakukan dapat diketahui orang lain hanya melalui genggaman tangan (Handphone). Karena hampir semua orang memiliki gawai tersebut. Namun tidka semua hal harus kita bagikan di Media sosial, apalagi yang sifatnya pribadi. Terkadang tanpa disadari hal tersebutlah yang membuat media sosial kita menjadi dikenal orang banyak. Nah, bagaimana sih agar kita dapat memanfaatkan media sosial yang baik dan benar ? menurut beliau harus ada strategi konten yang akan dibuat, yaitu :

1. Memilih platform. 

2. Optimasi bio. 

3. Produksi: menulis, foto, video, dan infografik.

4.  Penjadwalan posting. 

5. Penyesuaian dengan algoritma.

6. Pemanfaatan tanda pagar.

Selain Strategi konten, hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah Pemasaran:

1.  Membangun personal branding. 

2. Optimasi akun media sosial. 

3. Optimasi website/blog (SEO). 

4. Iklan. 

5. Email.

6. Kolaborasi (affiliate)

Selain dua hal diatas (strategi konten dan pemasaran) ada Kiat-kiat yang harus di perhatikan yaitu :

1. Tetapkan tujuan yang masuk akal

2. tentukan khalayak sasaran

3. jadilah diri sendiri

4. cari jejaring, bukan pengikut

5. membuat jadwal editorial

6. fokus membantu orang lain

7. berinteraksi dengan khalayak

8. berkreasi dengan konten visual

9.  Buatlah kehadiran anda diketahui umum

10. selalu aktif


Materi yang diberikan sangat bermanfaat. Terimakasih kepada Pusdatin Kemendikbud yang sudah membuat kegiatan ini. saya merasa sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan ini. terlebih pada saat ini saya dan teman-teman PembaTIK level 4 mendapat tugas untuk mensosialisasikan Rumah Belajar. Sehingga ilmu yang diberikan selama kuliah umum ini dapat kami manfaatkan dalam melaksanakan tugas tersebut. Sehingga kami dapat menyelesaikan tugas dengan baik.

Sekian dulu. Semoga bermanfaat !!! 

#MerdekaBelajarnya

#RumahBelajarPortalnya

#PembaTIK2020

Selasa, 15 September 2020

Perjalanan menuju level 4 PembaTIK 2020



 Bismillahhirrahmannirrahim . . . .

Assalamu'alaikum warahmatullahhiwabarakatuh

Alhamdulillah  puji syukur saya panjatkan kehadiran Allah s.w.t yang telah memberikan saya kesempatan untuk bisa sampai ketahap ini. yah... level 4 merupakan tahap akhir dari pelatihan PembaTIK ini. Saya pun harus bersaing dengan teman-teman dari satu provinsi agar dapat masuk ke tahap ini. bukan hal mudah untuk lolos ke level 4, begitulah yang saya rasakan.Terlebih bagi saya dan teman-teman yang ada di level 3 gelombang 1. Dimana pada saat itu kami harus melakukan ujian ulang dikarenakan akun simpatik mengalami maintenance(tulisannya benar gak ya☺). ditambah lagi ketika ujian hasil akhir yang ditampilkan pun tidak seindah hasil ujian awal dan pada akhirnya saya dan teman-teman lain hanya pasrah serta berharap ada keajaiban bisa lolos ke level 4. Walaupun sebenarnya saya berharap lolos sih☺☺☺☺.

PembaTIK, mungkin ada yang belum mengetahui apa sih itu PembaTIK ? PembaTIK (Pembelajaran berbasis TIK) yang merupakan program peningkatan kompetensi guru di bidang TIK yang diselengarakan oleh Pusdatin khususnya Rumah Belajar Kemendikbud.terdiri dari 4 level yaitu level 1 ( literasi), level 2 (implementasi), level 3 (kreasi) dan level 4(berbagi). setiap levelnya akan ada tugas dan ujian akhir yang dilaksanakan secara daring.

Awal perkenalan saya dengan kegiatan PembaTIK ini pada akhir tahun 2019. Pada saat itu saya diutus dari kabupaten untuk mengikuti sosialisasi rumah belajar, yaitu salah satu portal pembelajaran yang dimiliki oleh kemdikbud.saya dan beberapa rekan guru dari kabupaten lain dikenalkan portal rumah belajar. dan ternyata portal ini sudah 9 tahun berdiri, tetapi masih teras asing bagi saya dan juga guru-guru lainnya. Nah, diacara inilah saya bertemu dengan duta rumah belajar tahun 2019 yaitu bu Irayuni sari. dari beliau lah kami tau kegiatan PembaTIK ini.

Di awal tahun 2020, sekitar bulan maret dimulailah pendaftaran PembaTIK ini. sebenarnya saya hanya coba-coba saja untuk mendaftar ditambah lagi pada akhir bulan maret,negara kita terdampak virus covid-19. semua kegiatan belajar mengajar dihentikan. untuk mengisi kegiatan di rumah maka sayapun mendaftarkan diri mengikuti kegiatan ini. Perlahan-lahan setelah saya jalani tahap demi tahap akhirnya sampai juga di level ke 3. dan terpilih lagi untuk masuk level 4. level 1 tidak terlalu berat (menurut saya ya☺) karena belum ada tugas, hanya membaca modul. di level 2 mulai agak berat bagi saya karena membuat vlog bukanlah keahlian saya. tapi karena keinginan belajar masih ada maka sayapun berusaha, salah satunya dengan belajar mengotak-atik aplikasi video yang ada di handphone(nah...ini belajarnya sama anak), wong saya gak pernah mengedit foto atau video jadi ya belajar sama anak deh.☺

Banyak manfaat yang saya rasakan dalam mengikuti kegiatan ini terutama dalam meningkatkan kemampuan TIK sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.selain tentunya juga mendapatkan sertifikat pada setiap levelnya dengan skala nasional . dan bagi yang beruntung☺dapat berkesempatan menjadi Duta Rumah Belajar. Salah satu portal pembelajaran yang dapat diakses oleh semua orang dan pastinya Gratis.

Bukan hal mudah untuk dapat lolos di setiap levelnya.karena banyak guru-guru hebat yang mengikuti kegiatan ini, tetapi dengan usaha dan kemauan untuk belajar lebih inshaallah siapapun pasti bisa dan berhasil. ya kemauan dan usaha merupakan kunci untuk merubah diri !!!. Peserta PembaTIK tahun ini diikuti lebih dari 70 ribu guru. Dan alhamdulillah saya terpilih masuk ke level 4. dimana pada level ini hanya 30 orang yang terpilih setiap provinsinya. dan akan diseleksi kembali sebanyak 5 besar untuk diikutkan dalam pemilihan duta Rumah Belajar.




Foto di atas adalah kegiatan sosialisasi Rumah Belajar tahun 2019 yang diadakan oleh LPMP Aceh.


Ini adalah vlog untuk tugas PembaTIK level 2, masih agak grogi di depan kamera😁 (dimaklumi yaπŸ™πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€)

Nah...itulah sedikit cerita saya tentang kegiatan diklat yang saya jalankan. sampai ketemu ditulisan berikutnya. wassalam

Tugas PembaTIK level 4

    Implementasi Pembelajaran Daring Kelas Maya Pada Portal Rumah Belajar  “ Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa la...