Implementasi Pembelajaran Daring Kelas Maya Pada Portal Rumah Belajar
“ Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik
masa depan". Sebuah kutipan dari seorang motivator terkenal ini sederhana tapi benar adanya. Seorang pendidik akan terus belajar agar dapat menghasilkan peserta didik yang terampil dan berkompeten di bidangnya. Salahsatu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inovasi dalam pemebelajaran. Inovasi
harus dilakukan oleh seorang pendidik agar tidak terjadi kebosanan dan
kejenuhan baik yang di rasakan oleh guru ataupun peserta didik. Dengan inovasi
seorang pendidik dapat menciptakan pembelajaran yang dapat menarik, sehingga
peserta didik termotivasi untuk belajar.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah cara belajar.
Terlebih di masa pandemi ini, siswa tetap harus mendapatkan haknya untuk
menerima pengetahuan, meskipun hal tersebut tidak dapat dilakukan secara
langsung/tatap muka. Maka guru harus dapat menemukan cara agar hak anak terpenuhi
dengan memanfaatkan teknologi kelas digital atau lebih dikenal dengan istilah daring
singkatan dari dalam jaringan. Pembelajaran Daring saat ini dapat dilakukan
dengan memanfaatkan berbagai macam aplikasi kelas digital/maya dari berbagai
platform, tugas pendidiklah untuk menemukan aplikasi yang sesuai dengan
kebutuhannya, salahsatunya dengan memanfaatkan kelas maya yang ada di portal
rumah belajar pada link https://belajar.kemdikbud.go.id/ atau aplikasi rumah belajar di Play Store berbasis
android.
Kondisi pandemi saat ini menuntut saya sebagai guru
untuk melakukan pembelajaran dengan sistem Daring. Upaya yang saya lakukan
adalah dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di rumah belajar terutama pada
fitur kelas maya/digital. Mengapa harus
Rumah belajar ? karena rumah belajar merupakan produk dari Kemendikbud
(Pusdatin) yang dapat diakses secara gratis, selain itu rumah belajar hadir sebagai
bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh
siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah
Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK)
sederajat. Kelas maya/digital merupakan salah satu fitur utama yang
terdapat pada rumah belajar. Kelas
maya secara harafiah dapat didefinisikan sebagai sekumpulan siswa yang
menghadapi pelajaran tertentu tidak langsung (tidak tatap muka) melainkan
secara elektronik.
Kelas Maya merupakan sebuah learning management system (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran online (daring) antara siswa dan guru kapan saja dan di mana saja. Strategi pembelajaran di Kelas Maya lebih bersifat konstruktivistik, yaitu pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik sehingga mendorong keterampilan peserta didik.Kelas maya menyediakan fasilitas untuk pengajar untuk mengunggah bahan ajar sehingga bisa diunduh langsung oleh siswa yang tergabung di dalam kelas tersebut. Kelas maya memiliki berbagai kelebihan dan manfaat untuk siswa. Manfaat kelas maya antara lain:
1 Konektivitas, Kelas maya yang terhubung langsung dengan jaringan internet
membuat para siswa memiliki koneksi
tanpa batas. Siswa kelas maya dapat mencari informasi apapun.
2.
Fleksibelitas, Pembelajaran melalui kelas maya dapat dilakukan
kapan saja dan dimana saja.
3. Kolaborasi, Dengan memakai jaringan internet, kolaborasi yang
dilakukan melalui grup belajar dapat dengan mudah dilakukan di kelas maya
4. Kesempatan pengembangan, hal inilah yang membuat kelas maya menjadi menarik, karena kelas maya akan dapat terus berkembang sesuai dengan perkembangan perangkat yang mendukungnya.
Selain itu, di kelas maya rumah belajar aktifitas yang dilakukan siswa tersimpan di dalam arsip. Guru juga dapat mengontrol aktifitas siswa meskipun tidak di tempat yang sama. Siswapun belajar sesuai kemampuan dan kecepatan masing-masing. Selain itu di kelas maya rumah belajar terdapat perangkat pengelolaan kelas, mulai dari modul, tugas, kuis juga ujian. Siswa juga dapat melihat nilai tugas, diskusi ataupun kuis dan nilai ujian yang telah dikumpulkan yang dapat dimanfaatkan dalam satu akun, baik guru maupun siswa.
Inovasi pembelajaran melalui kelas maya rumah belajar mulai saya terapkan setelah kegiatan coaching PembaTIK level 4 sebagai ide inovatif pembelajaran. Hal ini dilatar belakangi oleh kondisi pandemi, dimana sebelumnya saya dan rekan guru yang ada di SDN 7 Simeulue Timur menyiapkan bahan belajar dengan mengambil dan mengantarkan ke sekolah atau dikenal dengan sistem luar jaringan (Luring). Pada awalnya siswa dan orangtua rutin mengambil bahan belajar namun seiring waktu banyak peserta didik yang tidak mengambil bahan belajar sehingga terjadi penumpukan bahan belajar di sekolah. Maka timbullah inovasi untuk memanfaatkan kelas maya rumah belajar melalui link ini https://kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id/ Hal ini disambut positif oleh kepala sekolah dan juga orangtua siswa.
Dalam
implementasi kegiatan tersebut saya awali dengan sosialisasi tatap muka untuk mengoperasikan
aplikasi/portal rumah belajar kepada orangtua/wali dan siswa yang dihadiri 15 orang diharapkan dengan pertemuan tersebut mereka
dapat mengakses materi di kelas maya. Mereka menyambut baik penerapan inovasi
pembelajaran Daring yang saya gunakan, beberapa orang tua/wali yang tidak dapat
hadir pada acara tatap muka berkonsultasi dan saya sosialisasikan melalui telepon ataupun wa secara pribadi.
Selanjutnya saya juga melakukan
sosialisasi tatap muka dengan seluruh
guru
yang ada di SD Negeri 7 Simeulue Timur. Mereka ikut serta mendaftarkan diri di
kelas maya sebagai guru sehingga ada 10 kelas maya yang telah kami buat saat ini.
Selain itu saya juga melakukan
sosialisasi tatap maya yang sasarannya adalah guru-guru yang ada di kabupaten Simeulue.
Saya juga berkoordinasi dengan bu Indah dari Pusdatin dan Bu Irayuni sari DRB
2019 Aceh untuk dapat ikut serta berbagi dalam webinar tersebut.
Kegiatan
ini di buka langsung oleh Bapak kepala Dinas pendidikan kabupaten Simeulue. Beliau
sangat mengapresiasi kegiatan PembaTIK yang saya jalani hingga bisa masuk ke 30
besar, dan tanpa saya duga beliau mensuport dengan memberikan piagam dan hadiah, serta mengerahkan para kabid dan
seluruh kepala sekolah di kecamatan untuk dapat hadir mengikuti webinar yang
langsung diadakan di SD Neg 7 Simeulue Timur. Kegiatan ini diikuti 130an
peserta dari 174 Orang yang mendaftar. Peserta
yang mengikuti webinar tersebut berasal dari guru, kepala sekolah
dan juga pengawas dalam Kab.
Simeulue dan beberapa guru dari luar Kab. Simeulue.
Berikut ini merupakan dokumentasi kegiatan webinar saya dan hasil implementasi pemanfaatan kelas maya dan sumber belajar yang saya terapkan pada peserta didik. Pada link berikut ini https://youtu.be/WUU_XeBZfHg
Semoga tulisan saya ini dapat menginspirasi guru-guru yang ada di
Indonesia dalam berkarya melalui pemanfaatan rumah belajar. Terimakasih ....
Wassalam.
Berbagi Inovasi Pembelajaran TIK Mewujudkan Merdeka
Belajar
Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya
#merdekabelajar #Nadiemmakarim
#PembaTIK2020 #Pembatiklevel4
#RumahBelajar #tributetohendriwidiatmoko
#guruberbagi #gurupenggerak





