Senin, 19 Oktober 2020

Tugas PembaTIK level 4

 

 Implementasi Pembelajaran Daring Kelas Maya Pada Portal Rumah Belajar 

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik masa depan". Sebuah kutipan dari seorang motivator terkenal ini sederhana tapi benar adanya. Seorang pendidik akan terus belajar agar dapat menghasilkan peserta didik yang terampil dan berkompeten di bidangnya. Salahsatu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan inovasi dalam pemebelajaran. Inovasi harus dilakukan oleh seorang pendidik agar tidak terjadi kebosanan dan kejenuhan baik yang di rasakan oleh guru ataupun peserta didik. Dengan inovasi seorang pendidik dapat menciptakan pembelajaran yang dapat menarik, sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengubah cara belajar. Terlebih di masa pandemi ini, siswa tetap harus mendapatkan haknya untuk menerima pengetahuan, meskipun hal tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung/tatap muka. Maka guru harus dapat menemukan cara agar hak anak terpenuhi dengan memanfaatkan teknologi kelas digital atau lebih dikenal dengan istilah daring singkatan dari dalam jaringan. Pembelajaran Daring saat ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai macam aplikasi kelas digital/maya dari berbagai platform, tugas pendidiklah untuk menemukan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhannya, salahsatunya dengan memanfaatkan kelas maya yang ada di portal rumah belajar pada link  https://belajar.kemdikbud.go.id/  atau aplikasi rumah belajar di Play Store berbasis android.

Kondisi pandemi saat ini menuntut saya sebagai guru untuk melakukan pembelajaran dengan sistem Daring. Upaya yang saya lakukan adalah dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di rumah belajar terutama pada fitur kelas maya/digital.  Mengapa harus Rumah belajar ? karena rumah belajar merupakan produk dari Kemendikbud (Pusdatin) yang dapat diakses secara gratis, selain itu rumah belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Kelas maya/digital merupakan salah satu fitur utama yang terdapat pada rumah belajar. Kelas maya secara harafiah dapat didefinisikan sebagai sekumpulan siswa yang menghadapi pelajaran tertentu tidak langsung (tidak tatap muka) melainkan secara elektronik.

Kelas Maya merupakan sebuah learning management system (LMS) yang dikembangkan khusus untuk memfasilitasi terjadinya pembelajaran online (daring) antara siswa dan guru kapan saja dan di mana saja. Strategi pembelajaran di Kelas Maya lebih bersifat konstruktivistik, yaitu pembelajaran aktif dan berpusat pada peserta didik sehingga mendorong keterampilan peserta didik.Kelas maya menyediakan fasilitas untuk pengajar untuk mengunggah bahan ajar sehingga bisa diunduh langsung oleh siswa yang tergabung di dalam kelas tersebut. Kelas maya memiliki berbagai kelebihan dan manfaat untuk siswa. Manfaat kelas maya antara lain:

1     Konektivitas, Kelas maya yang terhubung langsung dengan jaringan internet membuat   para siswa memiliki koneksi tanpa batas. Siswa kelas maya dapat mencari informasi apapun.

2.     Fleksibelitas, Pembelajaran melalui kelas maya dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

3.    Kolaborasi, Dengan memakai jaringan internet, kolaborasi yang dilakukan melalui grup belajar dapat dengan mudah dilakukan di kelas maya

4.   Kesempatan pengembangan, hal inilah yang membuat kelas maya menjadi menarik, karena kelas maya akan dapat terus berkembang sesuai dengan perkembangan perangkat yang mendukungnya. 

Selain itu,  di kelas maya rumah belajar aktifitas yang dilakukan siswa tersimpan di dalam arsip. Guru juga dapat mengontrol aktifitas siswa meskipun tidak di tempat yang sama. Siswapun belajar sesuai kemampuan dan kecepatan masing-masing. Selain itu di kelas maya rumah belajar terdapat perangkat pengelolaan kelas, mulai dari modul, tugas, kuis juga ujian. Siswa juga dapat melihat nilai tugas, diskusi ataupun kuis dan nilai ujian yang telah dikumpulkan  yang dapat dimanfaatkan dalam satu akun, baik guru maupun siswa.

Inovasi pembelajaran melalui kelas maya rumah belajar mulai saya terapkan setelah kegiatan coaching PembaTIK level 4 sebagai ide inovatif pembelajaran. Hal ini dilatar belakangi oleh kondisi pandemi, dimana sebelumnya saya dan rekan guru yang ada di SDN 7 Simeulue Timur menyiapkan bahan belajar dengan mengambil dan mengantarkan ke sekolah atau dikenal dengan sistem luar jaringan (Luring). Pada awalnya siswa dan orangtua rutin mengambil bahan belajar namun seiring waktu banyak peserta didik yang tidak mengambil bahan belajar sehingga terjadi penumpukan bahan belajar di sekolah. Maka timbullah inovasi untuk memanfaatkan kelas maya rumah belajar melalui link ini  https://kelasmaya.belajar.kemdikbud.go.id/  Hal ini disambut positif oleh kepala sekolah dan juga orangtua siswa.

Dalam implementasi kegiatan tersebut saya awali dengan sosialisasi tatap muka untuk mengoperasikan aplikasi/portal rumah belajar kepada orangtua/wali dan siswa yang dihadiri 15 orang diharapkan dengan pertemuan tersebut mereka dapat mengakses materi di kelas maya. Mereka menyambut baik penerapan inovasi pembelajaran Daring yang saya gunakan, beberapa orang tua/wali yang tidak dapat hadir pada acara tatap muka berkonsultasi dan saya sosialisasikan  melalui telepon ataupun wa secara pribadi.


Gambar 1 : Pemanfaatan sumber belajar dan kelas maya oleh siswa

Selanjutnya saya juga melakukan sosialisasi tatap muka dengan seluruh guru yang ada di SD Negeri 7 Simeulue Timur. Mereka ikut serta mendaftarkan diri di kelas maya sebagai guru sehingga ada 10 kelas maya yang telah kami buat saat ini.


Gambar 2 : Sosialisasi dan pemanfaatan Rumah Belajar oleh Guru

Selain itu saya juga melakukan sosialisasi tatap maya yang sasarannya adalah guru-guru yang ada di kabupaten Simeulue. Saya juga berkoordinasi dengan bu Indah dari Pusdatin dan Bu Irayuni sari DRB 2019 Aceh untuk dapat ikut serta berbagi dalam webinar tersebut.

Gambar 3 : Kegiatan Webinar Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar

Kegiatan ini di buka langsung oleh Bapak kepala Dinas pendidikan kabupaten Simeulue. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan PembaTIK yang saya jalani hingga bisa masuk ke 30 besar, dan tanpa saya duga beliau mensuport dengan memberikan piagam dan hadiah, serta mengerahkan para kabid dan seluruh kepala sekolah di kecamatan untuk dapat hadir mengikuti webinar yang langsung diadakan di SD Neg 7 Simeulue Timur. Kegiatan ini diikuti 130an peserta dari 174 Orang yang mendaftar.  Peserta yang mengikuti webinar tersebut berasal dari guru, kepala sekolah dan juga pengawas dalam Kab. Simeulue dan beberapa guru dari luar Kab. Simeulue.

Gambar 4 : Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah

Berikut ini merupakan dokumentasi kegiatan webinar saya dan hasil implementasi pemanfaatan kelas maya dan sumber belajar yang saya terapkan pada peserta didik. Pada link berikut ini   https://youtu.be/WUU_XeBZfHg




Semoga tulisan saya ini dapat menginspirasi guru-guru yang ada di Indonesia dalam berkarya melalui pemanfaatan rumah belajar. Terimakasih ....

Wassalam.

Berbagi Inovasi Pembelajaran TIK Mewujudkan Merdeka Belajar

Merdeka Belajarnya, Rumah Belajar Portalnya

#merdekabelajar #Nadiemmakarim

#PembaTIK2020 #Pembatiklevel4

#RumahBelajar #tributetohendriwidiatmoko

#guruberbagi #gurupenggerak



 

Tugas PembaTIK level 4

    Implementasi Pembelajaran Daring Kelas Maya Pada Portal Rumah Belajar  “ Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa la...